Search

Who are you?

Hi there! Karisma Optik is optical shop located in Jakarta, Indonesia. Good service, good price for your looks & sight is our goals.
Here, you can view our shop promos, new product arrivals & maybe a little bit something about our shop story. Isn't that interesting? Well, sure it is!

Categories

Archives

Meta

Jika Anak Balita Harus Berkacamata

Filed under: article, kacamata — Deasy @ 4:35 am, February 19, 2010.

screen-shot-2010-02-19-at-113336-am.pngHati-hati memaksa anak belajar membaca di usia batita. Bisa-bisa ia mengalami kelainan penglihatan. Apa pula yang penting diperhatikan jika ia harus berkacamata?

Kesehatan mata perlu dijaga sejak anak usia dini. Seperti dikatakan para ahli mata, penglihatan bayi baru lahir dan balita masih belum sempurna. Agar menjadi sempurna, selain sel-selnya dapat berubah sendiri secara anatimis (ukurannya, ketebalan, dan penyebarannya, sel-sel kerucut dan batangnya), juga harus diikuti stimulus terus-menerus dan tak boleh terganggu.

Pada masa pertumbuhan mata, bayangan yang ditangkap akan diubah ke pusat penglihatan di otak. Nah, pusat penglihatan di otak inilah yang harus mendapat rangsangan dari usia dini. Jika ada kelainan-kelainan ekstrem pada usia di mana anak seharusnya sudah bisa memfokuskan penglihatannya, para ayah dan ibu seharusnya sudah mulai waspada.

Kelainan Refraksi

Memang, tak semua anak beruntung memiliki mata yang sehat sebab, seperti dikatakan dr Setiowati Suhardjono Spm dari Bagian Ilmu Penyakit Mata FKUI-RSUPN Cipto Mangunkusumo, “Pada beberapa kasus ditemui kelainan mata pada anak sudah terjadi sejak lahir.” Kelainan yang tampak sejak lahir ini disebut kelainan kongenital. Penyebabnya macam-macam, antara lain kelainan kromosom, infeksi intra-uterin (dalam kandungan), dan sebab-sebab lain yang tak diketahui.

Akibat kelainan kongenital, anak dapat mengalami gangguan refraksi, yaitu kelainan pada kornea untuk memfokuskan cahaya, seperti rabun jauh dan dekat, juling, atau malah mengakibatkan penglihatan tak dapat sama sekali alias buta. “Para balita yang berkacamata biasanya disebabkan ada kelainan refraksi pada penglihatannya sehingga untuk menyembuhkannya atau mengembalikan refraksinya ke arah normal diperlukan bantuan kacamata,” kata Setiowati.

Lebih jauh ahli mata ini menjelaskan, seorang bayi pascalahir mempunyai bola mata dengan ukuran sumbu 17 mm, sementara orang dewasa memiliki sumbu bola mata 24 mm. Jadi, pada waktu lahir, seorang bayi sudah memiliki ukuran bola mata sebesar 75 persen dari ukuran mata orang dewasa.”Ukuran bola mata ini akan bertambah secara cepat pada tiga tahun pertama. Jadi, di usia 3 tahun, ukuran bola mata mencapai 96 persen dari ukuran mata orang dewasa,” jelasnya.

Nah, dengan adanya pola pertumbuhan ini, tajam penglihatan bayi dan anak balita belum mencapai standar penglihatan normal orang dewasa. Karena itu, penglihatan mereka masih dalam kategori subnormal, tapi tak bisa dikatakan ada kelainan refraksi. Hal itu disebabkan penglihatan mereka, sejalan dengan usianya, sedang mengalami masa pertumbuhan.

Sebagian besar bayi, tutur dokter yang banyak mempunyai pasien balita ini, saat lahir mempunyai kesalahan refraksi +2D. “Sebagian besar bayi ini akan mengikuti pola pertumbuhan normal bola mata sehingga pada usia 6 tahun tak lagi mempunyai kelainan refraksi. Proses ini disebut emetropisasi,” katanya.

Oleh karena ada pola perkembangan normal ini, seorang anak usia di bawah 6 tahun yang mempunyai tajam penglihatan subnormal tak dapat dikatakan mempunyai kelainan refraksi. “Asal tajam penglihatan sesuai usianya, diharapkan pada umur 6 tahun seorang anak tanpa kelainan refraksi sudah dapat mencapai tajam penglihatan normal (emetrop),” lanjut dosen penyakit mata di FKUI ini.

Sumber: kompas.com

Foto oleh:  Lulu Taylor

Segera Rawat Diabetes Retina Sebelum Parah

Filed under: article, diabetes retina — Deasy @ 3:47 pm, April 16, 2009.

KONDISI mata seperti diabetic retinopathy (komplikasi diabetes pada retina) dapat dideteksi secara dini dan ditangani dengan tepat sehingga tidak terlanjur parah.

“Kini telah ada berbagai program aktif untuk mendeteksi dini penyakit mata. Kami rekomendasikan kepada pasien diabetes untuk melakukan pemeriksaan retina atau diabetic retinal photography, sehingga perawatan dapat segera dijalani dan penglihatan dapat diselamatkan,” kata Dr Ian Yeo Yew San, dokter mata yang menjabat sebagai konsultan di Singapore National Eye Centre yang tergabung dalam layanan wisata sehat, FlyFreeForHealth.Foto oleh klikdokter.com

Jenis Diabetic Retinopathy
Background retinopathy merupakan kondisi awal dari diabetic retinopathy yang terus berkembang perlahan-lahan dalam kurun waktu tahunan. Bercak-bercak darah atau lemak dapat muncul pada retina. Bagi sebagian pasien, pembuluh darah dapat bocor ke macula (bagian dimana retina seharusnya memberikan penglihatan fokus), sehingga menyebabkan kebutaan.

Proliferative retinopathy merupakan tahap lanjut dari background retinopathy dan merupakan penyebab terjadianya kebutaan akibat diabetes. Pembuluh-pembuluh darah baru muncul di permukaan retina dan saraf optik. Pembuluh ini cenderung untuk retak hingga akhirnya bocor. Atau, jaringan sel luka dapat tumbuh akibat pembuluh darah yang rusak, yang akan mengencangkan dan menarik retina, sehingga lepas, dan berakibat kebutaan.

Perawatan Diabetic Retinopathy
Jika diabetic retinopathy terdeteksi sejak dini, perawatan dengan laser photocoagulation dapat mencegahnya menjadi lebih parah. Namun pada kasus yang sudah terlanjur parah, perawatan tersebut dapat membantu mengurangi kemungkinan terjadinya kebutaan.

Perawatan dengan sinar laser ini bertujuan untuk menambal pembuluh darah yang bocor dan
membentuk gores luka kecil pada retina. Gores luka tersebut mengurangi pertumbuhan pembuluh darah baru, dan pembuluh darah yang sudah ada akan mengkerut dan menutup. Perawatan laser ini dapat dilakukan tanpa rawat inap.

Sedangkan untuk diabetic retinopathy tingkat lanjut, perawatan dapat dilakukan dengan cara vitrectomy, yang bertujuan untuk memindahkan darah dari pusat mata dan jaringan luka yang menghalangi retina. Seringkali, perawatan vitrectomy didampingi oleh perawatan laser. Prosedur ini dilakukan dengan bius lokal.

Artikel dikutip dari Kompas.

Tips Memberikan Lensa Kacamata Plastik

Filed under: article — Deasy @ 11:48 am, October 29, 2008.

EyeglassKacamata lensa plastik memiliki trik khusus dalam perawatannya. Salah cara membersihkan hanya akan membuat lensa rusak dan buram. Hal tersebut malah akan membuat pengelihatan Anda semakin terganggu. Ada cara khusus yang bisa Anda lakukan untuk membersihkan lensa kacamata plastik. Ini dia!

1. Cobalah untuk tidak menggosokkan lensa kacamata Anda pada ujung kemeja ataupun celana karena pada dasarnya bahan katun, polyester, dan wool. Kain yang memiliki tekstur yang kasar akan menimbulkan goresan pada kacamata Anda.

2. Sebelum menggosok lensa dengan kain pembersih, bersihkan debu-debu di lensa tersebut dengan air. Lalu tiriskan hingga hingga sedikit kering, lalu lap lensa dengan kain khusus pembersih lensa. Hal itu dilakukan agar debu yang menempel tak bisa menggores lensa kacamata Anda.

3. Hindari pula penggunaan tisu untuk membersihkan kacamata Anda. Walaupun tisu terbukti halus untuk kulit wajah, namun tisu tetap dapat menimbulkan goresan pada lensa kacamata yang berbahan dasar plastik tersebut.

4. Simpan sepotong kain sutera atau saputangan sutera yang biasanya dimiliki Perempuan. Taruhlah di saku atau di dompet kemanapun Anda pergi. Bahan sutera ini dapat Anda ambil dari toko kain atau guntingan dari pakaian sutera yang sudah tidak terpakai lagi. Gunakan kain tersebut sebagai lap kacamata Anda.

5. Konsultasikan pada ahli mata Anda sebelum menggunakan krim atau spray untuk membersihkan lensa kacamata Anda. Setiap kali Anda semprotkan, bahan kimia ini akan ikut terhirup hidung atau malah masuk ke dalam mata. Bila ini terjadi bukan tidak mungkin akan menimbulkan reaksi pada kulit yang tidak diinginkan.

6. Simpanlah kacamata Anda pada tempat yang bersih. Lilitkan kain sutera tersebut pada kacamata Anda, hal ini akan membantu menghilangkan debu dan bahan lainnya yang dapat menggores lensa kacamata Anda.
Artikel dikutip dari Detik

Memilih model kacamata yang tepat

Filed under: article — Deasy @ 1:45 am, April 29, 2008.

288338_reflection1.jpg

Sebagai alat bantu lihat, zaman dahulu kala menggunakan alat pembesar (loop), kemudian muncullah kacamata tanpa bingkai, kacamata berbingkai, dan sekarang ini contact lens. Namun sampai saat ini kacamata masih sangat diminati dan bahkan menjadi bagian dari trend.

Bahan bingkai kacamata ada yg terbuat dari kayu, plastik dan karet dengan model oval, kotak dan bulat. Nah, dari sekian banyak pilihan model boleh-boleh saja mengikuti selera Anda, tapi jangan sampai mengabaikan bentuk wajah, pilihlah juga model yang dapat merefleksikan kelebihan wajah Anda.

Berikut tips yang dapat membantu Anda:

1. Untuk wajah panjang, lebih baik pilih dengan bentuk geometris dengan sudut yang melebihi tulang pipi, efeknya akan memberikan dahi dan dagu terlihat lebih pendek.

2. Hindari kacamata dengan model kotak untuk wajah persegi, karena akan semakin menguatkan kesan persegi. Pilihlah dengan bentuk mata kucing, bulat atau oval.

3. Bentuk wajah hati sebaiknya jangan menggunakan frame dengan model yang membesar di bagian atas dan mengecil di bagian bawah.

4. Berbahagialah untuk bentuk wajah oval, karena bentuk wajah ini paling ideal dan cocok menggunakan hampir seluruh jenis frame.

Untuk warna, pilihlah yang netral seperti hitam, coklat, silver atau gold jika Anda ingin menggunakannya secara rutin. Dan pertimbangkan untuk menggunakan jenis lensa photogray jika Anda sering beraktivitas di luar ruangan, karena jenis ini akan melindungi mata Anda dari bahaya sinar UV.

Selamat memilih!

Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, hidupmu lebih berarti

Filed under: article — Deasy @ 9:13 am, April 27, 2008.

Gaya hidup modern yang serba komputerisasi terkadang memaksa mata kita untuk bekerja lebih, sehingga mata menjadi cepat lelah dan akibatnya tak jarang timbul gangguan yang cukup krusial seperti rabun, infeksi dan bahkan yang lebih fatal mengakibatkan kebutaan.

mataDan kenyataannya, di Indonesia sendiri tidak sedikit yang terganggu matanya atau bahkan menderita kebutaan. Dari 200 juta lebih penduduk Indonesia, 1,5 persen atau 3 juta penduduk Indonesia buta. Sebab kebutaan ada karena katarak (70 persen), glaukoma (hampir 20 persen), dan penyakit retina (12-13 persen). Gangguan pada mata ini bisa disebabkan karena degenerasi, yaitu makin tinggi usia seseorang akan meningkatkan gangguan pada mata. Selain itu juga karena pola makan yang kurang benar, lingkungan hidup, kebiasaan, ras atau keturunan dan juga genetik.

Untuk itu, berikut beberapa tips supaya membantu mata Anda tetap sehat:

- Jika Anda harus bekerja di depan computer, pakailah kacamata anti radiasi dan gunakan layar komputer yang rendah radiasi, misalnya jenis LCD, jika memang harus menggunakan jenis CRT (tabung) maka gunakanlah filter screen.

- Periksa mata setidaknya setiap 12 bulan, karena jika memakai lensa kontak atau kacamata yang tidak lagi cocok untuk Anda dapat menyebabkan masalah penglihatan dan sakit kepala.

- Bila mata merasa lelah, alihkan pandangan mata anda ke tempat jauh.

- Makanlah nutrisi yang baik untuk Anda dan mata Anda
Studi baru-baru ini menunjukkan bahwa vitamin dan kelompok antioksidan dapat mencegah, atau paling tidak memperlambat degenerasi makular dan pertumbuhan katarak. Nutrisi yang baik bagi tubuh juga baik untuk mata.

Sebenarnya mudah bukan merawat dan menjaga mata Anda?

Copyright © 2006-2007 Karisma Optik. All rights reserved.
XHTML, CSS, Designed by Stucel.
Powered by WordPress